Menulis Cerita = Membangun Rumah

Posted on June 14, 2010

0


Bagi banyak penulis, baik pemula ataupun yang sudah lebih profesional umumnya menemui kendala ketika akan mulai menulis. Memulai selalu menjadi proses yang lebih menyulitkan dibandingkan melanjutkan. Menulis juga demikian. Ada banyak saran dan masukan yang diberikan, namun hasilnya akan berbeda untuk tiap orang. Berikut ada sebuah tips lagi yang dapat digunakan oleh para penulis untuk mengatasi kesulitan memulai dalam menulis.

Menulis, baik itu menulis novel, cerita pendek, puisi atau bahkan karya ilmiah dan skripsi pada dasarnya sama seperti membangun sebuah rumah, diperlukan perencanaan, bahan, pondasi dan dekorasi yang matang. Karena itu, sebelum menulis, rencanakanlah dahulu bagaimana membangunnya.

Dalam pembangunan sebuah rumah menjadi tempat tinggal yang layak huni dan nyaman bagi penghuninya, ada beberapa tahapan dasar, yaitu :

  1. Pembentukan Fondasi Dasar
  2. Pembangunan Kerangka Bangunan (atap, dinding, tiang)
  3. Pengisian furniture atau perabot ruangan (kursi, meja, tempat tidur yang sesuai dengan fungsi ruangan)
  4. Dekorasi pendamping (lukisan, jam, boneka, pajangan).

Untuk mendapatkan sebuah rumah idaman, tahapan-tahapan di atas merupakan langkah dasar yang harus dilakukan. Tahap demi tahap sangat menentukan bentuk fisik dan non fisik bangunan yang dapat menunjang kebutuhan setiap penghuninya.

Seperti layaknya membangun sebuah rumah, membentuk sebuah cerita juga demikian. Ada tahapan-tahapan dan langkah-langkah yang harus ditempuh oleh para penulis. Sedikitnya ada empat elemen dasar yang penting, yaitu: ide, karakter, plot dan setting.

Bentuk Fondasi Cerita

Fondasi menjadi dasar dari pembentukan kerangka bangunan, titik awal yang menentukan berapa lama sebuah bangunan dapat bertahan, menentukan kekuatan bangunan terhadap gempa, topan, banjir dan lain-lain. Ketika fondasi sudah terbentuk, maka kerangka bangunan dapat didirikan, dinding dan atap dapat ditegakkan.

Dalam penulisan sebuah cerita, yang menjadi titik awal adalah ide. Ide menjadi fondasi dasar yang dapat menentukan sebuah cerita layak dituliskan atau tidak. Namun, tidak seperti fondasi rumah yang memiliki bentuk kongkret, ide tidak memiliki bentuk fisik. Kedatangan sebuah idepun tidak dapat diduga, bisa dari kejadian sehari-hari, kenangan atau ingatan. Sebuah ide bisa juga datang dari buku yang sedang dibaca, mimpi atau bahkan film yang sedang ditonton.

Dikarenakan periodik munculnya ide tidak dapat diduga, maka disarankan bagi penulis untuk dapat selalu membawa catatan kecil. Kemanapun kaki melangkah, apapun kegiatan yang sedang dilakukan, catatan dapat menjadi pengingat bagi penulis akan ide-ide yang didapatnya, karena ide dapat berupa hal yang tidak kita duga sama sekali. Penulis juga diharapkan lebih peka dan sensitif terhadap perasaannya sendiri untuk dapat menangkap ide yang terkadang hanya muncul sekelebat bayangan saja. Ketidakpiawaian penulis menangkap ide cerita, dapat menjadikan sebuah ide brilian melayang begitu saja.

Bangun Tiang, Atap dan Dinding Rumah

Setelah fondasi diletakkan, maka pekerjaan pembangunan rumah selanjutnya memasuki tahap penegakan tiang, dinding dan atap bangunan. Dari sisi pembentukan cerita, yang diperlukan oleh penulis begitu mendapatkan ide adalah langsung membentuk karakter yang sesuai dengan ide yang muncul. Begitu karakter terbentuk, dengan sendirinya alur dan setting akan berkembang. Akan tetapi, ada juga penulis yang begitu mendapatkan ide langsung mengembangkan alur. Hal ini dimungkinkan mengingat cara setiap penulis berbeda-beda. Yang pasti, begitu elemen-elemen dasar ini sudah terbentuk, maka dapat langsung dituangkan dalam bentuk tulisan.

Kebanyakan novel atau cerita yang terkenal di gawangi oleh pembentukan karakter yang kuat. Rata-rata penulis yang dikenal luas di dunia ini, hampir keseluruhan novelnya memiliki ciri dan pembentukan karakter yang kuat. Tengoklah JK. Rowling dengan karakter-karakter novel Harry Potter seperti Harry Potter, Hermione, Ron, Draco Malfoy hingga Severus Snape. Tengok juga Meg Cabot yang dengan apik membentuk karakter Mia Thermopolis, atau Sir Conan Doyle dengan Sherlock Holmes miliknya. Karakter-karakter yang kuat akan menentukan bagaimana karakter tersebut bereaksi, bertindak atau memutuskan berdasarkan alur yang dibentuk oleh penulis. Apa fungsi dari sebuah alur/plot tanpa karakter-karakter yang berperan memainkannya?

Dalam seni membangun rumah, penegakan tiang, dinding dan atap menjadi bagian penting yang harus dikerjakan ekstra hati-hati. Akan membutuhkan waktu lebih lama dari proses pembangunan bagian rumah lainnya, tapi tahap ini tidak bisa dilewatkan. Sebuah rumah tidak akan berarti tanpa atap, tiang dan dinding yang kokoh. Demikian juga dengan sebuah cerita yang tidak akan berarti tanpa karakter-karakter yang kuat. Manusia memiliki tulang untuk berdiri, tiang-tiang dibangun untuk menyangga rumah, karakter dibentuk untuk menyangga jalinan sebuah cerita.

Penuhi Rumah dengan Perabot sesuai Kebutuhan

Jika berjalan-jalan dalam sebuah komplek cluster atau perumahan umum, pemandangan utama yang terlihat nyata adalah bentuk bangunan yang sama dan monoton. Tiga puluh rumah dibangun dalam satu komplek jalan dan bentuk fisik bangunan sama antara satu dan yang lainnya. Tapi bagi masing-masing pemilik, rumah yang mereka miliki dan tempati berbeda satu dengan yang lainnya. Ini akan terlihat nyata dalam interior rumah yang dipilih masing-masing penghuni.

Dalam perjalanan membuat sebuah cerita, alur dan plot akan berfungsi sebagai interior cerita. Karakter akan berjalan, berbuat dan bertindak sesuai dengan alur yang ditentukan penulis. Plot akan membantu sebuah karakter semakin kuat dan menonjol, serta menjadikan ide semakin terwujud nyata di dalam cerita. Pertemuan dua insan, munculnya orang ketiga, perebutan kekasih, cemburu adalah alur cerita yang umum ditemui dalam novel-novel roman, sementara aksi balas dendam, prasangka dan petualangan dapat ditemui dalam novel-novel genre lain. Meskipun ide dasar cerita antara beberapa penulis dapat sama, tapi karakter akan membentuk reaksi alur yang berbeda, dan tidak menutup kemungkinan hasil dari cerita-cerita tersebut tidak akan sama. Bisa dilihat disini betapa elemen-elemen dasar pembentukan cerita saling terkait erat satu sama lain.

Hias rumah dengan Ornamen Khas

Ketika bangunan fisik sudah jadi dan semua perabotan sudah diletakkan sebagaimana fungsi setiap ruangan dalam rumah, maka tugas penghuni selanjutnya adalah memberikan ornamen-ornamen kecil dalam interior rumah untuk memberikan ciri khusus dari rumah yang dihuninya. Sentuhan akhir penghuni akan menjadikan rumah yang ditempatinya berbeda dengan rumah-rumah lainnya. Sentuhan akhir ini juga akan memberikan kesan kesempurnaan dan menonjolkan ciri khas dari penghuni.

Dalam cerita, sentuhan akhir semacam ini akan memberikan keunikan tersendiri penulis. Kata-kata kecil, tindakan atau reaksi dalam penulisan akan memberikan kenangan tersendiri bagi para penikmat tulisan. Sentuhan kecil ini akan meniupkan soul dalam cerita yang ditulis dan menjadikannya dekat selalu dengan para penikmat cerita.

Dan seperti halnya para pemilik rumah yang suka mengganti-ganti perabot atau ornamen dalam rumahnya, maka penulis juga diharapkan tidak segan-segan untuk terus membaca ulang dan menelusuri cerita yang sudah dibuatnya. Menambahkan detil atau bahkan mengurangi suatu bagian cerita akan menambah sentuhan akhir penulis yang menjadikan cerita lengkap dan sempurna.

Para arsitek membutuhkan blue print dalam mengarahkannya membangun rumah, para pekerja bangunan membutuhkan latihan berulang kali sebelum dapat membangun fondasi yang kuat, menegakkan tiang, dinding dan atap yang kokoh. Demikian juga dengan para penulis. Menulis bukanlah kegiatan yang dapat diselesaikan dalam satu hari, akan tetapi memiliki kerangka cerita dan latihan yang intensif akan dapat membuatnya menyelesaikan cerita cepat atau lambat.

Yang terpenting dari semua proses menulis ini adalah ‘just do it’. Lakukan. Begitu ide datang, langsung catat, kembangkan karakter, bentuk plot dan biarkanlah tulisan anda mengalir dengan sendirinya. Sentuhan akhir akan dapat anda tambahkan di akhir proses yang akan membuat cerita anda unik dan istimewa.

Selamat mencoba.

Lian.

Advertisements
Posted in: Tips and Trick